Oh, dan untuk menambah suasana 'tegang', sebelum membaca fanfict ini, saya rekomendasikan untuk mendengarkan ini terlebih dahulu:
BRAVING! - Kanan (baru aja release lho full versionnya)
http://www.youtube.com/watch?v=Tn4z2G9BmXQ
Ok, selamat membaca!!
CHAPTER 1 - Awal Perjalanan Si Belang
"Woi! bisa dimulai gak sih?! Dari tadi sendirian mulu!"
Iye iye, ini juga baru mulai, dasar belang. Oke, sudah dimana tadi.. ah! sendirian! Langkah anak itu berhenti di depan sebuah gua besar. Tanpa pikir panjang anak itu langsung masuk ke gua itu untuk beristirahat.
"Oke, gw bosen dengan prolog itu, mari ikuti cerita ini seterusnya dengan cerita gw sendiri. Mulai dari... tanda petik ini."
Aku menghentikan langkahku di sebuah gua yang aku perkirakan isinya hanya Zubat saja, persis di semua game Pokemon yang aku mainkan. Aku sandarkan tubuhku di dinding gua itu. Sejenak semua kejadian itu kembali terngiang di kepalaku...
#Flashback
Ditengah badai salju, tampak dari jendela seorang lelaki terlihat sedang berdebat dengan anak kecil yang adalah anaknya. Lelaki itu tampak marah, tapi juga sesekali terlihat matanya yang berkaca-kaca. Begitu juga sang anak, dia terlihat tidak mau kalah dalam hal marah dengan ayahnya.
"Apa?! Menjadi duelist?! tidak! ayah tidak akan pernah mengijinkanmu! Duel itu berbahaya! banyak resikonya, Blazter!", bentak lelaki itu dengan keras kepada anak yang dipanggil lelaki itu Blazter, membuat seisi rumah yang tadinya sepi menjadi gaduh.
"Tapi ayah.. ini sudah jadi impianku dari dulu!! Aku sudah tahu semua konsekuensinya ayah!! Karena itu aku butuh partisipasi ayah, aku butuh dukungan dari ayah!", sang anak tampak tidak mau kalah berteriak, membuat para Rattata keluar dari persembunyiannya.
"Sekali tidak tetap tidak!", lelaki yang dipanggil ayah itu tampak sangat marah.
"Baiklah kalau begitu! walaupun tanda dukungan ayah pun aku akan tetap menjadi duelist terkenal!!", anak itu pergi dari ruangan tersebut, meninggalkan lelaki yang dipanggilnya ayah tadi. Tak lama kemudian terdengar suara vas pecah dan dobrakan pintu dan keluar dari rumah, membuat sejenak terdengar suara salju berterbangan.
"Blazter... andai kau tahu, bahwa menjadi duelist itu tak mudah..", lelaki itu membuka bajunya dan melihat dengan penuh makna bekas luka di dadanya.
"Kau bisa saja jadi seperti ayah..."
#Back to Goa
Ayah.. seharusnya aku tidak pergi.. meninggalkanmu sendirian.. Tidak! ini sudah jadi keputusanku! Laki-laki harus mencapai impiannya sampai dia berhasil, walaupun tak tahu hasilnya! Ayah! akan aku tunjukkan padamu kalau aku bisa jadi duelist yang hebat!
(Note: Mungkin kalian bertanya-tanya apa itu duel dan duelist. Jadi akan saya ceritakan. Mungkin kalian kira Duel itu pasti berhubungan dengan Yu-Gi-Oh! tapi kali ini tidak. Disini, di fanfict ini, duel adalah sebuah pertarungan antara 2 trainer yang menggunakan sebuah kartu yang merupakan "Transfer" dari Pokeball yang berisi Pokemon, yang dimasukkan pada alat canggih bernama "Fuse-Pad" untuk merubah diri trainer yang disebut "Duelist" tersebut sesuai dengan kartu Pokemon yang dimasukkan tadi. Cara bertarunganya pun sama seperti cara bertarung Pokemon seperti biasa, hanya saja kali ini protagonistnya akan memukul penjahatnya dengan tangannya sendiri! Aint that cool?)
*kruuk kruuk*
"Argh.. sial, ini hasilnya kalau nekad kabur hanya dengan membawa sebuah Pokeball, bekal yang sedikit dan Fuse-Pad, parahnya sekarang bekalku habis.. Sial, lapar banget."
Aku nyaris saja pingsan sebelum melihat sebuah berry biru berbintik hitam di depanku,
Langsung saja aku melayang seperti roket mendekati berry tersebut hendak memakannya saat kudengar suara mendesis yang langsung membuatku memalingkan pandanganku...
'ssskor.. ssskor...'Itu... itu Skorupi!! Yaampun, sudah 3 hari di padang pasir tapi baru pertama ini aku bertemu dengan Pokemon!!
"Tidak bisa ditunggu lagi, aku akan menangkapmu Skorupi!!" aku melemparkan Pokeballku satu-satunya kearah Skorupi, berharap akan dengan mudah mendapatkannya. Tapi apa daya, Pokeballnya meleset dan masuk kedalam gua yang gelap. Sial, kenapa aku tak pernah ikut ekskul renang dulu?
'ssskor! ssskor!!' kali ini desisan Skorupi sudah bukan seperti desisan yang bersahabat... dia tampak.. marah!!
"Eh.. uh.. ini.. ini Oran Berry milikmu ya? Ini aku kembalikan," aku bicara seperti orang yang mau digebukin.
Aku menggelindingkan Oran Berry itu kearah Skorupi, namun tampaknya tidak berguna... Skorupi itu sudah marah dan malah menginjak-injak Oran Berry tadi!! Dan kini dia bergerak menuju kearahku!!
'ssskor.. ssskor... ssskor', dan sekarang terdengar beberapa desisan Skorupi yang lain.
Tunggu, ini bukan terdengar lagi, memang sudah ada di depanku! aku dikerubungi oleh sekelompok Skorupi!! Ternyata.. tempat ini adalah sarang sebuah kelompok Skorupi!!
"Sial! Apa yang membuat mereka mengejarku?! Bukannya aku sudah memberikan Oran Berrynya?!"
Langkahku terhenti di depan gua. Aku tak berani masuk ke dalam gua, karena memang gelap. Aku menghadapi konsekuensi, harus melawan para Skorupi ini.. Aku tertunduk, mungkinkah ini akhir hidupku? dimakan para Skorupi? sungguh tidak elite..
'ssskoor!!!' seekor Skorupi tampak hendak menyerangku saat sebelum.. aku merasakan sebuah benda berbentuk bulat di tangan kananku.
"Eh? apa ini? bunder-bunder. Tunggu.. ini Pokeball!!"
Dengan pasrah aku mencoba peruntungan mengeluarkan Pokemon yang mungkin ada di dalam Pokeball tersebut. Yah, kali aja isinya Rayquaza, huehuehue.
Aku hampir shock saat melihat apa yang di depanku. Seekor Pokemon menyerupai monyet dengan bagian bokongnya terbakar.. itu.. Sun Go Ko- Chimchar!!
0Kok bersambung, wahai Blazter?
BalasHapusBagaimana lagi, wahai kurang?
BalasHapusAne tunggu lanjutannya ya :3
BalasHapus-W-7
BalasHapus*ngakak baca cerita dan komennya*
BalasHapus*ngakak baca cerita dan komennya*
BalasHapuskutunggu
BalasHapusBagus... Lanjutkan... :)
BalasHapusSemangka
BalasHapusMantap kak...hihihihihi
BalasHapussuper deh.... kayak kisahku saat aku ingin jadi champion,, heheheheh paling pokoknya mantap XD
BalasHapus