Minggu, 11 Maret 2012

Chapter 3 - Pokemon Center? the Gaholz Girl, Nurse Joy!



   Seorang lelaki dan Pokemon meyerupai monyet disampingnya tampak sedang tertidur pulas di kasur empuk nan mantaph di sebuah ruangan yang ada di Pokemon Center. Wajah lelaki itu tampak sangat tampan, menyerupai artis-artis Hollywood. Perlahan namun pasti bulu mata yang lentik nan glamour lelaki itu bergerak, dan perlahan lelaki itu membuka matanya...

   "Siapa aku? apakah aku James Bond?" ucap sang lelaki yang tidak lain adalah aku!
   "Oh, kau sudah sadar rupanya." seorang perempuan dengan rambut pink dan berbaju ala perawat dengan... rok mini yang daritadi ada di depan pintu masuk dan sekarang berdiri disebelah tempat tidurku.
    "Ka-kamu siapa? apakah kamu.."
    "Tidak aku bukan ibumu lach yaw. Maca cih ceue cuantik nan imoetz kayak gueh poenya anak kayak loe," kata perempuan itu dengan nada anak-anak gaholz jaman sekarang.
    "Namaku Nurse Joy, perawat di Pokemon Center kota Desertstark ini."  lanjut perempuan yang aku taksir umurnya antara 15-65 tahun tersebut... tunggu ini bukan ketenagakerjaan!
    "Nurse Joy? Pokemon Center? kota Desertstark? Sinta Jojo? sebenarnya tempat apa ini?!"
    "Dasar anak gurun. Kami menemukanmu didepan pintu Pokemon Center ini sesaat setelah badai pasir melewati kota ini. Dugaan kami kau terbawa kesini oleh badai pasir itu. Tapi, kami tak pernah menyangka ada orang yang bisa selamat dari Badai Pasir Gaholz Gilax yang terjadi setiap 100 tahun sekali tersebut. Apalagi tidak ada barangmu yang rusak sekalipun. Apa kau punya ilmu hitam anak kecil?" gamblang si perempuan yang menyebut dirinya sebagai Nurse Joy tersebut.

    Aku mencoba mengingat semua kejadian sebelumnya, namun tak ada hasil. Semua begitu kosong sampai aku melihat seekor Pokemon menyerupai monyet sedang asyiknya 'membuat pulau' di bantal tempatnya tertidur. Aku ingat sekarang! Waktu itu aku sedang kelaparan di tengah gurun setelah aku memutuskan pergi dari rumah karena pertengkaranku dengan ayah. Saat dalam perjalananku itu aku bertemu dan diserang oleh sekelompok Skorupi dan bosnya Drapion. Disaat itulah aku bertemu dengan Pokemon ini, Chimchar. Namun naas, kendaraan yang dikendarai oleh.. ah ini bukan berita! Sayangnya Chimchar tersebut ternyata terkena status poison dan aku membawanya lari saat di depan kami ada badai pasir besar dan aku langsung pingsan. Hmm.. dan sekarang aku berada bersama perempuan gaholz di Pokemon Center, di tempat yang bernama kota Desertstark...

   
    "Hei! dengarkan kalau ada cewek cantik mau bicara!" bentak Nurse Joy tadi yang lagi-lagi mengaku cantik. Sigh...
    "Iya, iya. Oh iya, bagaimana keadaan Pokemon itu, Chimchar?" tanyaku ingin tahu. Aku memang khawatir dengan keadaan Pokemon tersebut. Karena saat aku mencoba membawanya lari tubuhnya sudah keunguan menandakan racun sudah menggerogoti tubuhnya.
    "Oh, kau tidak melihatnya sedang tidur nyenyak menodai bantal kami disana? dia baik-baik saja. Untung kau cepat membawanya kemari. Kalau tidak nanti jadi kayak di sinetron-sinetron." jawabnya dengan nada mengejek.

    Syukurlah. Ternyata aku berhasil menjadi superhero. Mungkin sebentar lagi media akan mendatangiku dan meminta menjadi sponsorku lalu membuat acaraku sendiri dengan judul, "Si Belang, Si Bocah Tokek Belang". Lalu aku akan jadi kaya dan mempunyai istri cantik, rumah mewah, mobil mewah, Nokia 3310.. wait, what?!

     "Btw, daritadi aku bicara denganmu, siapa sebenarnya namamu?" tanya Nurse Joy memecahkan lamunanku.
     "Oh, akhirnya kau bertanya. Well, namaku adalah Blazter! Kelak, aku akan menjadi duelist nomer satu di dunia, dan semua orang akan mengagumi kekuatanku!!" teriakku sampai membuat para orang yanga ada di luar Pokemon Center terheran melihat ke dalam ruang dimana aku berbaring.
     "Yea, orang-orang disini juga bilang begitu sebelum mereka pergi selamanya." kata Nurse Joy santai. Tunggu.. selamanya?!
     "A-apa maksudmu dengan selamanya?!" tanyaku kaget mendengar perkataan Nurse Joy tadi.
     "Yah, kau tahu kan, setelah mereka pergi dari Pokemon Center ini mereka tidak akan kembali lagi kesini karena memang tempat ini sangat terpencil dan biasanya hanya digunakan untuk tempat persinggahan saja. Sudah begitu tagihannya selalu saja bertambah tiap bulan." kata Nurse Joy kini dengan nada sedih. Kalo dia sedih manis juga sih...
     "Oh, maaf aku telah membuatmu sedih." kataku ingin meminta maaf karena membuat Nurse Joy sedih. Sebenernya kau masih mau liat wajahnya yang sedih itu sih...
     "Tidak apa-apa kok. Ini sudah kewajiban kami. Dan.. lihat! Pokemon monyet itu kelihatannya sudah bangun." tunjuk Nurse Joy ke Pokemon monyet yang sedari tadi ada disebelahku.

    Nurse Joy benar. Mata Pokemon itu perlahan mulai terbuka.. dan kini dia benar-benar bangun!



Bersambung...


Sumber gambar: Google dan Pokebeach dengan perubahan seperlunya
 

5 komentar: