Para penonton diseluruh arena bersorak menyebut nama Andy Pertamax. Dia baru saja memenangkan Perempat Final 3Xteme dengan skor mutlak. Lawannya tidak lain dan tidak bukan adalah aku, Bagazkara P..
"Good Game, Andy." aku mengulurkan tanganku hendak memberi selamat pada Andy atas kemenangannya melawanku. Hei, aku ini orang yang sportif!
"Ya, Good Game." setelah menjabat tanganku Andy pergi begitu saja meninggalkan arena.
"Heheh... dengan begini, sudah selesai, ya..." kataku sambil memandang langit yang mendung. Apa? sana ambil jemurannya!
= = =
Aku berjalan menyusuri lorong yang menuju ke ruang ganti peserta. Disana sudah menungguku sosok yang aku kenal.
"Hai, ganteng," sapaku pada lelaki yang aku kenal sebagai Nightwyvern, atau aku biasa memanggilnya, Om Nite.
"Ada apa sampai menjemputku disini?" tanyaku pada Om Nite yang hanya berdiri dan diam tanpa kata. Hmm... kayak lagunya siapa itu ya... Covoy Jr?
"Aku tidak menyangka kau akan kalah disini..."
"Yah, gimana lagi? Takdir mungkin? Hahahaha..." tertawaku datar
Setelah itu, Om Nite pergi begitu saja. Meninggalkanku di lorong yang panjang nan sepi ini. Oh, dan sekali lagi, diam tanpa kata.
"Maafkan aku, Om Nite..." kataku lirih.
= = =
Setelah mengemasi barang-barangku, aku pergi meninggalkan arena POINLEG 3Xtreme. Aku tidak punya urusan apa-apa lagi di tempat ini. Aku sudah kalah. Saat aku sudah berjalan kira ̶1̶0̶0̶ ̶k̶m̶ 5 meter dari arena, seorang perempuan berambut panjang berdiri dibelakangku.
"Hai Mudcchi sayang, ada apa?" tanyaku pada perempuan itu. Sebenernya ini asal nebak, tapi kalaupun salah aku tinggal pergi aja kan, bilang aja gak kenal HAHAHA. Okay, this is awkward.
"Kau mau pergi kemana, bocah?" YES! Tebakannya bener! 100 untuk Bagazkara P.!
"Ke rumah orang tuamu." jawabku asal.
"Ciyus? miapah?" kata mudcchi sambil memasang wajah alay. Kalau ini di FB, udah aku block dia.
"Menurutmu aku mau kemana?"
"Kembali ke... Hill of Heroes?"
"Bagus! Anda mendapat satu piring cantik!"
"Aku ikut denganmu." pinta mudcchi padaku. Ih, kayak mau kawin lari aja.
"Tidak. Kau akan masuk ke Final 3Xtreme bukan? Kau masih punya urusan disini." tolakku mentah-mentah. Yeahhh, aku emang keren.
"Yaudah siapa juga yang maksa, wekkk!!!" mudcchi kembali memasang wajah alaynya sambil pergi kembali memasuki arena. Seseorang, ada yang punya kapak?
= = =
Aku sudah kembali ke Hill of Heroes. Tempat ini adalah rumah berkumpulnya para pengurus di Poinesia, yang biasa dikenal sebagai Six Warriors. Kenapa aku disini? yaiyalah, aku kan satpamnya! Well, no, seriously, sudah pasti karena aku juga salah satu dari Six Warriors. Disini sepi sekali. Memang, karena Kak Navilink dan Affifz sedang pergi merantau jauh di negeri sana. Tapi satu lagi, Shedley... ah paling juga nanti kalau laper kembali lagi. Kasihan juga sih dia, karena harus menjaga Hill of Heroes sendirian. Semenjak 3Xtreme diadakan, kak Navilink dan Affifz pergi sementara aku, Muddchi, dan Om Nite harus mengikuti 3Xtreme sebagai pesertanya. Poor Shedley, dia pasti cuma makan mie goreng selama kami pergi.
= = =
Aku mulai membersihkan kamarku yang sudah terlihat tak terawat semenjak aku tinggal. Dasar Shedley, dia pasti gak pernah bersih-bersih selama kami pergi. Aku menata rapi semua barang-barangku, karena memang aku suka kebersihan, sama seperti wajahku yang bersih dan ganteng ini hahahaha. Dan, disaat itulah...
"Oh, ini..."
Aku melihat buku harianku yang juga sudah penuh debu, man's diary. Kubuka halamannya satu-persatu. Ih, nostalgila banget. Ada jamannya saat aku masih memakai Hidden Power Golem di POINLEG 2010 saat melawan Kernway dulu. Good 'ol memories. Dan aku tiba pada halaman yang menceritakan kisahku di SuperStorm kemarin. Actually, aku tidak terlalu ingat tentang keikutsertaanku di SuperStorm. Yang aku ingat hanyalah aku kalah melawan Om Nite di babak Storm Circle. Hmm... mungkin buku harian ini bisa menceritakannya padaku. Aku membacanya dari awal. Dan benar saja, disana tertulis bahwa aku sebenarnya tidak pernah ikut dalam turnamen ini! Bahkan disana tertulis bahwa sebenarnya Yui Koike adalah kakakku! Oh, bukan, itu hanya di bagian "Impian Rahasiaku". Tapi, kenapa!? Kenapa disini tertulis aku tidak pernah mengikuti SuperStorm!? Padahal tulisannya juga jelas-jelas adalah tulisan tanganku.
"Kelihatannya kau sudah menyadarinya..." terdengar suara lirih di kepalaku.
"Kau... siapa!?" tanyaku pada suara itu. Kayak orang gila, ya. Tapi orang gila yang gaholz.
"Aku? Aku adalah sisi gelapmu, Bagazkara..."
"Astaga! Sejak kapan ketekku bisa berbicara!?"
" . . . "
"Oh? Bukan sisi gelap yang itu, ya?"
"Di dunia ini ada sisi terang dan sisi gelap. Dimana ada langit, pasti ada bumi. Sama sepertimu, Bagazkara..."
"Jadi, apa sebenarnya tujuanmu?"
"Hoo... mau tu-de-poin ya."
"Gak, tadi cuma mau keren-kerenan aja. Pertama, bisakah kau jelaskan padaku tentang kejadian di SuperStorm?"
"Huhuhu... baiklah. Seperti yang kau baca disana, kau sama sekali tidak pernah mengikuti SuperStorm..."
"Lalu siapa? Kau mau bilang tanganku bisa bergerak sendiri?"
"Tidak... AKU lah yang mengikuti SuperStorm. Aku menggunakan tubuhmu..."
"Terus, gue harus koprol sambil bilang GAHOLZ, gitu?"
"Karepmu..." Damn voice, stealing my body is okay, but, my catchphrase!?
"Baiklah, sekarang yang kedua. Apa tujuanmu kesini?"
"Hoo... kelihatannya kau tidak terlalu perduli aku mengambil alih tubuhmu.Tentu saja tujuanku kesini adalah...mengambil tubuhmu lagi!" terang suara itu dengan efek bergema.
"Oh." jawabku datar.
"Ha.. ha.. ha.. bukankah seharusnya kau takut?"
"Tidak, Untuk apa?"
"Jadi... kau bersedia aku memakainya?"
"Sebenarnya istilahnya tidak memakai. tapi meminjam. Dan, aku ada permintaan untukmu. Ada satu hal yang ingin aku lakukan tapi tidak bisa aku lakukan." kataku membuat kesepakatan dengan suara itu.
"Permintaan apa itu?"
= = =
Shedley pulang ke Hill of Heroes dengan baju berantakan. Dan ternyata dia bertemu Mudcchi di depan pintu Hill of Heroes.
"Oh? Shedley? Kenapa bajumu compang-camping seperti gelandangan begitu?"
"Ah, hai, Mudcchi. Lama tak jumpa. Ini, abis dikerumunin fansku tadi (sebenernya dikejar-kejar tukang mie goreng karena utang gak dibayar). Kalau kau? Bukannya kau sedang ada urusan di 3Xtreme?"
"Aku meminta ijin untuk pulang satu malam saja. Sekalian menghibur Bagazkara yang baru saja kalah. Aku punya firasat buruk..."
"Oh, dia kalah, ya? firasat? paling cuma Skitty yang nyuri Magikarp kita aja hahaha. Yuk, masuk."
Dan benar saja, firasat Mudcchi jadi kenyataan. Bagian dalam Hill of Heroes acak-acakkan seperti terkena Hurricane. Shedley dan Mudcchi tercengang dengan apa yang mereka lihat.
"Ini... kenapa?" Mudcchi terlihat sangat syok.
'DOK!!! *sfx: jendela terturup keras*
"Siapa disana!?"
"Itu berasal dari kamar Bagazkara! Ayo!"
Di dalam kamar Bagazkara pun sama saja. Semuanya acak-acakkan. Mudcchi meliht keluar jendela kamar yang menuju pada Forbidden Forest. Disana dia melihat sosok hitam dalam lebatnya kabut. Sosok itu pergi ke dalam hutan disertai dengan hilangnya kabut.
"BAGAZKARA!!!" teriak Mudcchi
BERSAMBUNG...
* * *
Gambar dari: Google
gue alay?! amit amit!
BalasHapusWOAH! GAholz!!!
BalasHapuswoq
BalasHapusbanyak leluconnya!!!
BalasHapusjadi nggak sanggup nahan tawa!!
Xtreme!!!
ketek kak bagaz bisa berbicara lololol
BalasHapusbtw, ditunggu kisah selanjutnya~! XD
aku punya!!!!
BalasHapusbtw,GAHOLZ ABIEEZ!!!
eh eh emang kak arum segitu alay-nya-kah
haha! Lucu, nich! GAHOLZ, OK! Baru baca dikit udah ketawa.
BalasHapus